Pentingnya mengetahui Milestones Perkembangan Anak

Milestones perkembangan anak (Foto: Unsplash)

Milestones perkembangan anak merupakan serangkaian tahapan masa tumbuh kembang anak yang sangat penting, terutama pada saat masih berada di dalam kandungan hingga masuk sekolah. Hal ini hanya terjadi sekali seumur hidup.

Adapun, tahapan tumbuh kembang anak ini menjadi referensi bagi ibu dalam melihat sejauh mana perkembangan anak sesuai dengan usianya.

Berbicara tentang tumbung dan kembang anak, sebenarnya dua kata tersebut memiliki arti yang berbeda

Kata “tumbuh, pertumbuhan” dipakai pada saat menjelaskan bertambahnya ukuran tubuh anak meliputi berat badan, tinggi badan, gigi, tulang, otot, lingkar kepada serta pada organ tubuh lainya.

Sementara itu, kata “perkembangan” mengacu pada peningkatan kemampuan yang dimiliki oleh anak. Misalnya dalam hal kemampuan motorik, berkomunikasi, emosi sosial, kognitif, pengideraan, dst.

Pada usia 10 bulan, anak mulai belajar bermain menggunakan jari-jarinya dan berbicara.

Pada saat inilah sebaiknya ibu mulai mengajarkan batasan terhadap anak.

Bagaimanakah masa perkembangan anak usia 10 bulan yang sesuai dengan milestones yang seharusnya? Kami mendapatkan informasi ini dari Tim Ahli Nutriclub yang akan diulas dibawah ini.

Jari-jarinya Lebih Aktif dalam mengambil Benda-benda

Di usia ini, anak semakin sering menggunakan jari-jarinya untuk sekedar menggenggam benda-benda yang ada disekitarnya.

Misalnya saja, mengambil mainan dengan jari telunjuk dan ibu jarinya kemudian mengenggamnya.

Tak hanya itu saja, diusia ini anak sangat menyukai menemukan benda-benda yang baru ia temui. Bahkan tak jaranga juga memasukkan ke dalam mulut.

Selama benda-benda yang diambil dapat dimakan itu tak masalah. Namun, perlu perhatian khusus dari ibu agar anak tidak memasukkan benda ke dalam mulut yang bukan makanan.

Misalnya saja memasuukan jarum, manik-manik, benang, kerikil, potongan plastik. Tentunya benda-benda tersebut sangat berbahaya jika sampai tertelan oleh si kecil.

Belajar Bicara Meskipun belum Begitu Jelas

Ajaklah si kecil untuk mengungkapkan kata-kata. Misalnya pada saat ibu sedang memasak, melipat pakaian, atau sedang berjalan santai dengan sikecil.

Sering jawab ocehan si kecil dengan bahasa yang biasanya mengucapkan kata “bla blu bla bli blu blo” Ibu bisa menjawabnya dengan “Adek pengen apa sayang?”

Biasakan untuk sering berbicara dengan si kecil, hal ini akan sangat membantu anak dalam mengenal bahasa dan kepekaan dengan lingkungan sekitar.

Belajar Berjalan dari Merangkak Hingga Berpegangan

Mungkin si kecil udah mulai merangkak, tak jarang seperti pembalap. Ibu harus sering mengawasi si kecil, dengan memberikan alas lembut pada tempat bermainya misalnya dilantai.

Tak jarang, si kecil juga belajar berdiri dengan merayap dengan berpegangan benda-benda di sekitarnya. Misalnya meja, kursi, lemari, atau tempat tidur.

Si Kecil Semakin Mandiri

Pada usia ini, si kecil bukan lagi bayi yang tidak bisa melakukan kegiatan lain selain tidur. Justru ia akan semakin lebih aktif dari sebelumnya.

Misalnya saja si kecil akan mulai melangkah sendiri ketika ibu memeganginya dengan posisi berdiri.

Jika ibu memberikan makanan, ia sudah mulai mandiri dengan minum dari cangkir atau dot.

Kadang juga memengang makanan yang ia suka. Si kecil juga mulai suka bermain makanan atau benda lain agar ibu memungutnya, dan ini akan dilakukan berulang kali.

Mulai Berani Bermain dengan Teman Baru

Di usia ini, si kecil sudah mulai mengenal dan belajar besosialisasi dengan bayi lainya.

Coba deh ajak si kecil bertemu dengan bayi lain, meskipun terlihat seperti belum mengerti cara berteman, hal in dapat meningkatkan kemampuan besosialisasinya ketika nanti sudah tumbuh dewasa.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *